Contoh Script Sales WhatsApp yang Natural

· Penjualan

Contoh script sales WhatsApp yang natural untuk setiap tahap: pembuka, menggali kebutuhan, menjawab keberatan harga, closing, dan follow up, siap diadaptasi.

Script sales WhatsApp yang natural adalah kerangka percakapan, bukan teks yang disalin mentah-mentah. Script yang baik memandu admin melewati tahap pembuka, menggali kebutuhan, menjawab keberatan, dan closing, tapi selalu menyisakan ruang untuk menyebut nama pelanggan, detail yang ia tanyakan, dan gaya bahasanya. Pelanggan bisa membedakan pesan yang ditulis untuknya dengan pesan yang dikirim ke semua orang.

Di bawah ini contoh script untuk setiap tahap, dengan konteks penjualan lewat chat di Indonesia. Ganti nama produk, harga, dan detailnya sesuai bisnis Anda.

Prinsip sebelum memakai script

  • Cermin gaya pelanggan. Jika pelanggan menulis “kak ready?”, balas santai. Jika ia menulis formal, ikuti.
  • Pesan pendek. Dua-tiga kalimat per pesan lebih mudah dibaca di ponsel.
  • Satu pertanyaan per pesan. Tiga pertanyaan sekaligus biasanya hanya satu yang dijawab.
  • Jangan berbohong demi closing. Stok “tinggal 2” yang ternyata masih 200 akan merusak kepercayaan.

Tahap 1: Pembuka

Tujuannya menyapa, menjawab pertanyaan pertama dengan cepat, dan membuka percakapan lanjutan.

Pelanggan bertanya “Masih ada?”

Halo Kak, masih ada. Untuk sepatu running Aero yang Kakak lihat, tersedia ukuran 39-44. Kakak biasanya pakai ukuran berapa?

Perhatikan: jawaban langsung (“masih ada”), detail yang berguna, lalu satu pertanyaan.

Pelanggan dari iklan

Halo Kak, terima kasih sudah menghubungi dari iklan promo Lebaran. Saya Dina dari [Nama Toko]. Kakak sedang cari untuk dipakai sendiri atau untuk hadiah?

Tahap 2: Menggali kebutuhan

Di sini banyak admin melewatkan kesempatan. Pertanyaan yang tepat membuat rekomendasi Anda lebih meyakinkan.

Contoh pertanyaan penggali:

  • “Biasanya dipakai untuk aktivitas apa, Kak?”
  • “Ada budget yang Kakak siapkan? Supaya saya bisa sarankan pilihan yang pas.”
  • “Sebelumnya pernah pakai produk sejenis? Merek apa?”
  • “Perlu sampai sebelum tanggal berapa?”

Setelah mendapat jawaban, berikan rekomendasi spesifik:

Kalau untuk lari pagi 3-4 kali seminggu dan kaki agak lebar, saya sarankan seri Aero Wide ukuran 42, Kak. Bantalannya lebih tebal dan bagian depannya lebih lega. Harganya Rp 589.000.

Tahap 3: Menjawab keberatan

Keberatan bukan penolakan. Itu tanda pelanggan sedang menimbang.

Keberatan Jangan Contoh jawaban yang lebih baik
“Mahal ya, Kak” “Bisa diskon kok, Kak” “Boleh tahu Kakak bandingkan dengan produk apa? Supaya saya bisa jelaskan bedanya.”
“Pikir-pikir dulu” “Oke Kak” lalu menghilang “Tentu, Kak. Boleh tahu bagian mana yang masih bikin ragu? Siapa tahu bisa saya bantu jelaskan.”
“Takut ukurannya nggak pas” “Pasti pas kok” “Wajar, Kak. Kalau tidak pas, bisa tukar ukuran dalam 7 hari selama label masih terpasang.”
“Di marketplace lebih murah” Menjelekkan toko lain “Bisa jadi, Kak. Kalau beli di sini, Kakak dapat garansi resmi dan bisa konsultasi ukuran langsung dengan kami.”
“Ongkirnya mahal” Mengabaikan “Saya cek opsi lain ya, Kak. Kalau pakai J&T ekonomi ongkirnya Rp 14.000, sampai 3-4 hari.”

Tahap 4: Closing

Closing yang natural adalah membantu pelanggan mengambil langkah berikutnya, bukan mendesak.

Closing pilihan

Kakak mau ambil yang warna hitam atau abu-abu?

Closing langkah konkret

Kalau sudah cocok, saya buatkan totalnya ya. Boleh kirim nama, alamat lengkap, dan nomor HP penerima?

Closing dengan batas waktu yang jujur

Promo ongkir gratisnya berlaku sampai hari Minggu pukul 23.59, Kak. Kalau mau ikut promo, pesanan bisa saya proses sebelum itu.

Teknik closing lainnya dibahas lebih rinci di teknik closing penjualan lewat chat.

Tahap 5: Setelah pembayaran

Banyak penjual berhenti di sini, padahal tahap ini membangun pembelian ulang.

Pembayaran sudah kami terima, terima kasih Kak Andi. Pesanan dikirim hari ini via JNE, resi akan saya kirim maksimal pukul 18.00.

Setelah barang sampai:

Kak Andi, sepatunya sudah sampai ya? Kalau ada yang kurang pas, kabari saya. Tips kecil: jangan dijemur langsung di bawah matahari supaya lemnya awet.

Di tahap ini juga terbuka peluang menawarkan produk pelengkap, seperti kaus kaki atau semprotan pembersih, tanpa terasa memaksa. Caranya ada di upselling dan cross-selling lewat chat.

Tahap 6: Follow up yang tidak mengganggu

Untuk pelanggan yang berhenti membalas:

Halo Kak Maya, kemarin sempat tanya tas kerja warna cokelat. Kebetulan hari ini ada restok warna navy juga, kalau Kakak mau lihat fotonya saya kirimkan.

Pesan follow up yang baik selalu membawa informasi baru. Panduan jadwal dan contoh lainnya ada di cara follow up pelanggan tanpa terkesan memaksa.

Script untuk pelanggan lama

Pelanggan yang pernah membeli butuh pendekatan berbeda. Mereka sudah percaya, jadi pesan bisa lebih langsung:

Halo Kak Andi, terima kasih sudah belanja sepatu Aero bulan lalu. Ada seri baru untuk trail running yang baru masuk minggu ini. Karena Kakak pakai ukuran 42, saya sudah cek dan stoknya tersedia. Mau saya kirimkan fotonya?

Kunci script untuk pelanggan lama:

  • Sebut pembelian sebelumnya agar terasa personal.
  • Gunakan data yang sudah diketahui, seperti ukuran atau preferensi warna.
  • Tawarkan sesuatu yang relevan, bukan semua produk baru.
  • Batasi frekuensi, misalnya maksimal sekali dalam dua-tiga minggu.

Kalimat yang sebaiknya dihindari

  • “Mau order nggak, Kak?” terdengar mendesak tanpa memberi nilai.
  • “Harga pas, nggak bisa nego” terasa ketus; lebih baik jelaskan alasannya.
  • “Stok tinggal sedikit” jika tidak benar.
  • Pesan suara panjang untuk menjelaskan harga, karena pelanggan sulit membacanya ulang.

Ganti dengan kalimat yang menawarkan bantuan dan informasi yang bisa dicek.

Menyimpan script agar dipakai seluruh tim

  1. Kumpulkan percakapan terbaik dari admin yang closing-nya paling tinggi.
  2. Ambil polanya, bukan teksnya persis, lalu tulis ulang sebagai script per tahap.
  3. Simpan sebagai balasan cepat dengan nama yang mudah diingat, misalnya /mahal atau /pikir.
  4. Latih admin baru dengan simulasi chat, bukan hanya membaca dokumen.
  5. Perbarui script setiap bulan berdasarkan keberatan yang paling sering muncul.

Di inbox seperti chatagent.id, balasan cepat bisa dipakai bersama seluruh tim, dan agen AI bisa menangani pertanyaan umum seperti stok dan ongkir, sehingga admin punya lebih banyak waktu untuk tahap menggali kebutuhan dan closing, di mana sentuhan manusia paling berpengaruh.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu script sales WhatsApp?

Script sales WhatsApp adalah kerangka pesan yang dipakai tim penjualan untuk memandu percakapan dari sapaan sampai closing. Script membantu konsistensi, tapi tetap harus disesuaikan dengan setiap pelanggan.

Bagaimana agar script tidak terdengar seperti robot?

Sebut nama dan detail yang ditanyakan pelanggan, pakai kalimat pendek, sesuaikan gaya bahasa dengan cara pelanggan menulis, dan jangan kirim tiga paragraf sekaligus.

Bagaimana menjawab pelanggan yang bilang harganya mahal?

Jangan langsung memberi diskon. Tanyakan dulu dibandingkan dengan apa, lalu jelaskan nilai yang membedakan produk Anda, atau tawarkan pilihan yang lebih sesuai anggaran.