Cara Membuat Katalog WhatsApp Business yang Menjual

Panduan cara membuat katalog WhatsApp Business langkah demi langkah, plus tips foto, nama produk, harga, dan deskripsi agar katalog benar-benar menjual.
Cara membuat katalog WhatsApp Business cukup singkat: buka aplikasi WhatsApp Business, masuk ke Alat Bisnis, pilih Katalog, lalu tambahkan produk dengan foto, nama, harga, dan deskripsi. Bagian yang menentukan penjualan bukan proses teknisnya, melainkan cara Anda menyusun isi katalog supaya pembeli langsung paham dan mau pesan.
Panduan ini membahas keduanya: langkah pembuatan dan cara membuat katalog yang tidak sekadar “pajangan”.
Langkah membuat katalog di aplikasi WhatsApp Business
Pastikan Anda sudah memakai aplikasi WhatsApp Business, bukan WhatsApp biasa. Jika belum, baca dulu cara membuat akun WhatsApp Business.
- Buka WhatsApp Business, ketuk ikon titik tiga atau menu Alat Bisnis.
- Pilih Katalog, lalu ketuk Tambah item baru.
- Unggah foto produk (bisa lebih dari satu foto per item).
- Isi nama produk, harga, deskripsi, tautan (opsional), dan kode item.
- Simpan. Produk akan ditinjau WhatsApp sebelum tampil ke publik.
- Ulangi untuk produk lain, lalu buat Koleksi untuk mengelompokkan produk.
- Bagikan katalog lewat tombol lampiran saat chat, status, atau tautan katalog.
Proses peninjauan biasanya hanya beberapa menit sampai beberapa jam. Produk yang ditolak umumnya karena kategori terlarang atau foto yang menyesatkan.
Struktur katalog yang memudahkan pembeli
Kesalahan paling umum: semua produk dimasukkan begitu saja tanpa urutan. Pembeli harus menggulir 80 item untuk mencari satu ukuran. Gunakan koleksi dengan logika yang dipakai pembeli saat mencari.
| Jenis bisnis | Contoh koleksi |
|---|---|
| Fashion muslim | Gamis, Hijab Segi Empat, Hijab Instan, Koleksi Lebaran |
| Kuliner rumahan | Menu Harian, Frozen Food, Paket Hampers, Pre-order |
| Skincare | Untuk Kulit Berjerawat, Untuk Kulit Kering, Paket Hemat |
| Elektronik aksesoris | Charger, Kabel Data, Casing iPhone, Casing Samsung |
Taruh koleksi yang paling laku di urutan teratas. Koleksi musiman seperti “Hampers Lebaran” atau “Promo 12.12” bisa dibuat sementara lalu dihapus setelah periode promo selesai.
Menulis isi produk yang menjual
Nama produk: spesifik, bukan kreatif
Nama “Gamis Cantik Banget” tidak membantu. Tulis nama yang mengandung jenis produk, bahan, dan varian penting, misalnya “Gamis Rayon Polos Busui - Hijau Sage”. Pembeli yang melihat daftar langsung tahu apa yang mereka buka.
Harga: tulis jelas, jangan “tanya admin”
Kolom harga yang kosong membuat pembeli harus bertanya dulu, dan sebagian besar tidak akan bertanya. Jika harga bervariasi per ukuran, tulis harga terendah dan jelaskan rentangnya di deskripsi, misalnya “Rp 145.000 (S-L), Rp 160.000 (XL-XXL)”.
Deskripsi: jawab pertanyaan sebelum ditanya
Lihat chat lama Anda. Pertanyaan apa yang paling sering muncul? Masukkan jawabannya ke deskripsi. Format sederhana yang efektif:
- Bahan dan ukuran: “Rayon premium, LD 110 cm, panjang 140 cm”
- Varian tersedia: warna dan ukuran yang ada stoknya
- Berat kirim: penting untuk hitung ongkir JNE atau J&T
- Waktu proses: “Ready, kirim H+1” atau “PO 7 hari kerja”
- Cara pesan: “Ketuk Tambah ke keranjang lalu kirim”
Deskripsi yang lengkap mengurangi pertanyaan berulang. Pertanyaan yang tetap muncul bisa dijawab cepat dengan quick reply customer service.
Foto: konsisten dan jujur
Gunakan latar yang sama untuk semua produk, cahaya alami, dan tampilkan detail penting (tekstur kain, isi paket, ukuran dibanding tangan). Foto pertama adalah thumbnail, jadi pilih yang paling jelas. Hindari foto hasil edit berlebihan yang membuat warna berbeda dari aslinya, karena ini sumber komplain dan retur.
Cara membagikan katalog agar dilihat
Katalog yang tidak dibagikan tidak akan menjual. Beberapa titik untuk menyebarkannya:
- Balasan sapaan otomatis: sertakan tautan katalog di pesan sapaan WhatsApp Business.
- Status WhatsApp: unggah satu produk per hari dengan tautan ke item tersebut.
- Bio Instagram dan TikTok: pasang tautan katalog atau tautan wa.me.
- Chat aktif: saat pembeli bertanya “ada warna apa saja?”, kirim item katalog, bukan foto satu per satu.
- Website: tautkan dari halaman produk atau tombol chat.
Merawat katalog setelah dibuat
Katalog yang tidak diperbarui lebih merugikan daripada tidak punya katalog. Pembeli yang memesan produk yang ternyata habis cenderung kecewa dan tidak kembali.
Buat rutinitas mingguan:
- Tandai item yang stoknya habis sebagai disembunyikan.
- Perbarui harga jika ada kenaikan dari supplier.
- Tambahkan produk baru ke koleksi yang sesuai.
- Hapus koleksi musiman yang sudah lewat.
- Cek ulang item yang ditolak dan perbaiki penyebabnya.
Batasan katalog dan kapan perlu sistem tambahan
Katalog WhatsApp Business cocok untuk toko kecil dengan satu atau dua admin. Saat volume chat naik, misalnya ratusan pesanan per hari menjelang Lebaran, beberapa batasan mulai terasa: satu nomor sulit dipegang beberapa admin sekaligus, pesanan dari keranjang tidak tercatat otomatis, dan riwayat pembeli hanya ada di ponsel.
Di titik itu, banyak bisnis mulai menghubungkan kanal chat ke satu inbox dan CRM. chatagent.id saat ini mendukung live chat website, dengan integrasi WhatsApp yang sedang disiapkan, sehingga pertanyaan produk dari pengunjung website bisa dijawab agen AI dari knowledge base katalog Anda. Untuk gambaran lebih luas soal skala, baca perbandingan WhatsApp Business API dan aplikasi.
Contoh isi satu item katalog
Agar lebih konkret, berikut contoh satu item untuk toko hijab:
- Nama: Pashmina Ceruty Babydoll - Dusty Pink
- Harga: Rp 45.000
- Deskripsi: Bahan ceruty babydoll, tidak menerawang, ukuran 75 x 180 cm. Jahitan tepi rapi, tidak perlu disetrika setelah dicuci. Berat kirim 150 gr, satu paket JNE REG muat sampai 6 pcs. Ready, dikirim H+1 setelah pembayaran. Tersedia 12 warna lain di koleksi Pashmina Ceruty.
- Kode item: PCB-DP-01
Perhatikan bahwa deskripsi ini menjawab empat pertanyaan yang biasa muncul (menerawang atau tidak, ukuran, berat kirim, kapan dikirim) sekaligus mengarahkan ke warna lain. Kode item memudahkan admin mencatat pesanan dan mencocokkan dengan stok gudang.
Kesalahan yang membuat katalog tidak laku
- Foto produk diambil dari supplier dan sama persis dengan toko lain.
- Harga di katalog berbeda dengan harga di marketplace tanpa penjelasan.
- Satu item berisi banyak varian dengan foto yang membingungkan.
- Katalog tidak pernah dibagikan, hanya menunggu pembeli menemukannya sendiri.
- Produk habis masih tampil berminggu-minggu.
Ringkasan cepat
Katalog yang menjual punya empat ciri: nama produk spesifik, harga tertulis jelas, deskripsi yang menjawab pertanyaan umum, dan koleksi yang tersusun sesuai cara pembeli mencari. Buat sekali dengan rapi, bagikan di setiap titik kontak, dan perbarui setiap minggu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa banyak produk yang bisa dimasukkan ke katalog WhatsApp Business?
Katalog WhatsApp Business bisa menampung ratusan produk. Untuk kenyamanan pembeli, kelompokkan produk ke dalam koleksi agar tidak harus menggulir daftar yang panjang.
Apakah katalog WhatsApp Business gratis?
Ya, fitur katalog tersedia gratis di aplikasi WhatsApp Business. Anda tidak perlu membayar untuk menambah atau mengubah produk.
Kenapa produk di katalog WhatsApp tidak muncul?
Biasanya produk sedang ditinjau oleh WhatsApp atau ditolak karena melanggar kebijakan perdagangan, misalnya obat keras atau produk tiruan. Tunggu beberapa jam dan cek status produk di menu katalog.
Bisakah pembeli checkout langsung dari katalog WhatsApp?
Pembeli bisa memasukkan produk ke keranjang lalu mengirimkannya sebagai pesan ke Anda. Pembayaran dan konfirmasi ongkir tetap dilakukan lewat chat.